Selasa, 14 Mei 2019

SOAL UJIAN TENGAH SEMESTER SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

SOAL UTS UNIVERSITAS SEMARANG
( SISTEM INFORMASI MANAJEMEN )

1. Jelaskan dan beri contoh hambatan komunikasi
2. Menurut Courland L Bovee dan Jhon V. Thilt dalam Business Communication Today, proses komunikasi ( Comunication Process ) terdiri atas enam tahap, Jelaskan.
3. Buatlah pengalaman komunikasi lintas / antar budaya yang pernah anda alami, sebutkan kendala apa saja yang anda temui dan bagaimana anda mengatasi hambatan tersebut agar tercipta efektifitas komunikasi lintas antara budaya ?
4. Hal apa saja yang harus diperhatikan agar pesan-pesan dapat terorganisasi dengan baik?
5. Bagaimana cara menyampaikan pesan kepada audiens yang memilisi respon tidak tertarik terhadap pesan yang kita sampaikan
6. Berikan contoh kesalahan dalam menafsirkan pesan yang diakibatkan oleh perbedaan latar belakang dan perbedaan penafsiran kata-kata
7. Salah satu tujuan komunikasi antar pribadi adalah untuk melakukan kerjasama. Apa yang dimaksud dengan hal itu? Berikanlah satu contohnya!
8. Jelaskan proses komunikasi interpersonal.



JAWABAN
1.PENGERTIAN
Hambatan komunikasi adalah segala sesuatu yang menghalangi atau mengganggu tercapainya komunikasi yang efektif. Hambatan komunikasi dapat mempersulit dalam mengirim pesan yang jelas, mempersulit pemahaman terhadap pesan yang dikirimkan, serta mempersulit dalam memberikan umpan balik yang sesuai.
CONTOH HAMBATAN KOMUNIKASI
1.      Berkomunikasi sesuai dengan bahasa para pendengarnya
Seseorang yang hanya lulusan SD tentunya akan sulit mengerti pembicaraan seorang sarjana psikologi yang berbicara menggunakan bahasa-bahasa psikologinya.
2.Gangguan
Gangguan ini dapat berupa suara yang bising pada saat komunikasi berlangsung.
3.Pengaruh Emosi
Pada saat marah seseorang akan kesulitan menerima informasi.
4.Mengerti keinginan arah pembicaraan para pendengarnya.
Sekelompok remaja SMA tentunya wajar jika tidak tertarik pada pembicaraan mengenai permasalahan bagaimana merawat dan mendidik balita yang disampaikan seorang ibu rumah tangga.
5.Mengerti kelas sosial para pendengarnya.
Sekelompok petani didesa tentunya tidak mengerti dan tidak tertarik pada pembicaraan seorang pialang mengenai perdagangan saham.
6.Memahami latar belakang serta nilai-nilai yang dipegang teguh para pendengarnya.
Seorang ahli presentasipun akan sangat kesulitan menembus dan merubah "kekebalan" (kekeras-kepalaan) pendapat seorang individu apalagi kelompok masyarakat yang mengkonsumsi makanan pokok nasi menjadi gandum, kentang atau lainnya walaupun didukung "bukti-bukti dan alasan yang kuat dan benar".

2.Menurut Courland L Bovee dan Jhon V. Thilt
1.Pengirim mempunyai suatu ide atau gagasan.
Sebelum menyampaikan suatu pesan, pengirim pesan harus memiliki ide atau gagasan yang akan disampaikan kepada pihak lain atau audiensnya (Purwanto, 2011: 13-14).
2.Pengirim mengubah
ide menjadi suatu pesan. Agar ide dapat diterima dan dimengerti dengan baik, maka pengirim pesan harus dapat memperhatikan beberapa hal, yaitu apa yang ingin disampaikan (subjeknya), maksud atau tujuannya apa, audiensnya, gaya penyampaiannya, dan mengetahui latar belakang budayanya (Purwanto, 2011: 14).
3.Pengirim menyampaikan pesan.
Dalam tahap ini pengirim menyampaikan pesan melalui berrbagai saluran yang ada kepada penerima pesan. Saluran ini nantinya akan mempengaruhi
penyampaian pesan, apakan efektif atau tidak. Oleh karena itu perlu memperhatikan jenis atau sifat pesan yang akan disampaikan, agar penggunaan saluran dapat efektif, baik itu melalui media tulisan maupun lisan (Purwanto, 2011: 14-15).
4.Penerima menerima pesan.
Komunikasi akan terjadi apabila Pengirim (komunikator) mengirimkan pesan dan penerima (komunikan) menerima pesan tersebut (Purwanto, 2011: 15).
5.Penerima menafsirkan pesan.
Setalah menerima pesan, maka penerima pesan harus dapat memahami maksud dari pesan yang disampaikan oleh pengirim pesan (Purwanto, 2011: 15).
6.Penerima memberikan tanggapan dan mengirim umpan balik kepada
pengirim. Dalam umpan balik memungkinkan penerima pesan
memberikan tanggapan agar dapat menilai efektifitas dari suatu pesan.
Tanggapan itu diberikan dengan cara tertentu lewat sinyal tertentu kepada
pengirim pesan, baik itu berupa senyuman, tawaan, marah, murung, dan
sebagainya, dimana umpan balik ini nantinya dapat menunjukan adanya
faktor penghambat dalam berkomunikasi (Purwanto, 2011: 15).

3.Pengalaman komunikasi lintas budaya
Pengalaman saya sewaktu menginjak Kota Semarang, saya melihat di Kota Semarang ini ternyata memang banyak warga pendatang (imigrasi) dari luar kota dan menyebabkan Semarang menjadi kota multicultural dan membuat orang ataupun penduduk Semarang secara tidak langsung melakukan komunikasi antar budaya,namun disamping itu budaya paling dominan adalah Jawa bukan Tionghoa,sedangkan Semarang terkenal dengan kekentalan budaya Jawanya. Satu dari contohnya adalah gambang Semarang yang merupakan tarian Semarangan yang bukan hanya memberikan penampilan keindahan seni tarinya akan tetapi juga laga lawakan pada setiap penampilannya.
Ketika saya sampai di kota Semarang,saya langsung di antar abang saya kekost, sesampai di kost abang mengenalkan teman-temannya. Setelah saya berkenalan dengan teman-teman satu kostnya saya heran dengan Bahasanya”waang orang mano” dibilang teman abang itu,gara-gara tidak mengerti apa yang di bilangnya saya bertanya sama abang saya ”Itu Maksudnya apa bang” Apa yang dia bilang itu abang saya bilang sama abang saya”halak dia ho”,abang saya bicara sama saya, kamu orang mana di bilang teman abang itu “dibilangnya”, gara-gara tidak mengerti apa yang di bilang teman abang itu”ooo”saja saya bilang sama dia.
Sejak perkenalan itu saya berpikir,saya harus pandai bahasa minang sebab di Semarang ini beberapa persen penduduk dikota Semarang adalah orang minang.

4.Hal apa saja yang harus diperhatikan agar pesan-pesan dapat terorganisasi dengan baik?
1.Subjek dan tujuan harus jelas.
2.Semua informasi harus berhubungan dengan subjek dan tujuan.
3.Ide-ide harus dikelompokkan dan disajikan dengan cara yang logis.
4.Semua informasi yang penting harus sudah tercakup.

5.Dengan Menunjukkan kepada audiens akan pentingnya topik yang anda bawakan tersebut, juga bagaimana topik tersebut bisa membawa manfaat bagi mereka kedepannya.

6.Kesalahan penafsiran pesan akibat perbedaan latar belakangSebagai contoh akibat perbedaan latar belakang social dan budaya. Dalam kalangan masyarakat batak penggunaan kata-kata “KAU” mungkin sudah lumrah. Namun pada saat itu dibawa ke luar masyarakat Batak, maka kesannya akan berbeda atau bahka pesan yang dimaksud tidak tersampaikan.
Kesalahan penafsiran pesan akibat perbedaan penafsiran kata-kata.Pada umumnya orang tua di Aceh terbalik dalam penyebutan warna antara warna hijau dan biru. Saat yang dimaksudkan biru, maka yang disebutkan adalah hijau. Contoh kasusnya akan terjadi bila orang tua tersebut menyuruh anaknya untuk mengambil kain hijau  (padahal yang dimaksud adalah kain biru). Pada saat si anak datang dengan membawa kain hijau, maka si anak dinyatakan sudah membawa kain yang salah. Padahal yang terjadi adalah kesalahan dalam menafsirkan warna hijau dan biru.

7.Tujuan Komunikasi antar pribadi Melakukan kerjasama antara seseorang dengan orang lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu atau untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi kedua belah pihak.
Sebagai contoh : Biasanya dalam perkuliahan ada tugas yang harus diselesaikan dengan format kelompok, nah dari sini akan muncul komunikasi yang bertujuan untuk membangun kerjasama.

8.Komunikasi interpersonal atau disebut juga dengan komunikasi antar personal atau komunikasi antarpribadi merupakan komunikasi yang dilakukan oleh individu untuk saling bertukar gagasan ataupun pemikiran kepada individu lainnya. Atau dengan kata lain, komunikasi interpersonal adalah salah satu konteks komunikasi dimana setiap individu mengkomunikasikan perasaan, gagasan, emosi, serta informasi lainnya secara tatap muka kepada individu lainnya.
Proses Komunikasi 
1.Sensasi
2.Asosiasi
3.Persepsi
4.Memori
5.Berpikir

Tidak ada komentar: